Sabtu, 07 Mei 2011

Istri terbaik



Suatu hari seorang suami berbincang-bincang dengan istri tercintanya dimeja makan, setelah sama-sama menyantap hidangan makan malam mereka…

Suami           : Istriku…, apakah kamu merasa sudah menjadi istri yang terbaik bagiku???...
Istri               : Oh..tentu saja suamiku, aku yang mendampingimu siang malam, membuat sarapan hingga makan malam kita, mencuci baju2mu dll……., apa itu semua belum cukup??
Suami        : Bukan begitu istriku…, begini…, Chris John jadi yang terbaik karena dia memukul KO lawan2nya, Barcelona jadi yang terbaik karena menghajar dengan tekhnik sepak bolanya, dan ingatkah istriku, Susi Susanti jadi yang terbaik karena lawannya tak mampu menahan smash2 mautnya, jadi… bagaimana istriku bisa bilang yang terbaik, kalo lawannya saja nggak ada??
Istri               : Oh…mau cari istri lagi?? Ok siapa takut!!!
(gyancange cerito)
Keesokan harinya sang suami membawa ketiga istrinya, dan diperkenalkan ke istri pertamanya, “ok istri2ku aku berangkat kerja dulu, nanti kita ketemu lagi sa’at makan malam” ungkap sang suami seraya meninggalkan ke empat istrinya dengan pongah, karena merasa berhasil memperdaya istrinya pertamanya……
Sa’at makan malam tiba sang Suami terkejut!!!!
Suami        : lhooooo…. Koq hanya kamu istriku?? Kemana yang lain??...
Istri            : istri keduamu, kuberi uppercut, hook kiri kanan, jab ala Chris John hingga KO, istri ketigamu, ku sliding tackle ala back Barcelona hingga patah kakinya, dan istri keempatmu, ku smash wajahnya dengan panci ala Susi susanti tentunya…., Dan kalo kau macam2 lagi, aku akan menjadi Atlet menembak…. Paham kau!!!! (sambil menodongkan AK 47 ke wajah suaminya)…
 
Cerita ini hanyalah fiktif belaka, apabila ada kesamaan latar belakang, nama, peristiwa, dan lokasi berarti itu hanya APES nya anda saja…….

Semoga bisa tersenyum……..

Senin, 18 April 2011

Terima kasih banyak....



Beberapa tahun yang lalu, sa’at masih bekerja di Manyar Garden Hotel  sebagai seorang reception, aku kebetulan piket mulai jam 2 siang sampai jam 10 malam. Disore hari yang lengang, tiba-tiba muncul 3 mobil panther  berhenti tepat didepan hotel tempat aku bekerja, Salah seorang dari mereka turun dari mobil dan menuju kearahku, “Selamat sore, selamat datang di manyar garden hotel, ada yang bisa kami bantu pak??” greeting ku ke sosok lelaki yang tegap itu, kontan dia menjawab sapaanku dengan “@##%$*^%@><>”%#@!!^#”  (iki huduk sensor, sebab aku gak ngomong jorok atau yang berbau sara)…… , akan tetapi, Ya ampun ternyata sang bapak ini tuna wicara, dengan bahasa isyarat dan artikulasi yang terdengar seperti  (ma’af) kaset mbulet bin kusut atau malah terdengar seperti (ma’af lagi) Tarzan memanggil para penghuni rimba, partner kerjaku sudah lari untuk mengumbar tawanya, sedang aku kebingungan, kulihat 3 mobil yang kalo tiap mobil berisi 10 orang berarti ada 30 orang (matematika ku jan top,,hehehe) masak iya?? 30 orang tuna wicara semua. Tiba-tiba (thing!! Bohlam menyala diatas kepalaku, entuk ide koyok pilem kartun) kuambil kertas dan kutuliskan “mohon ma’af pak, dengan tanpa maksud apa-apa, kecuali agar komunikasi kita lancar, ada yang bisa kami bantu pak”, akhirnya lewat short message service dengan media kertas dapat kuketahui kalo bapak tersebut berniat bermalam, dan membutuhkan 15 kamar, dikarenakan kamar yang masih tersedia hanya 5, akhirnya kutunjukkan arah ke hotel lain, yang mungkin masih bisa untuk ditempati rombongan tersebut. Kemudian iring-iringan mobil tersebut meninggalkan hotel kami (apa ceritanya selasai sampai disini?? Ternyata belum…).
Kira-kira setengan jam kemudian, satu mobil datang dan turun bapak yang tadi, “opo maneh iki” pikirku, ternyata dengan menempuh jarak sekian kilo meter, menghabiskan sekian menit sekian detik perjalanan dari hotel yang kutunjukkan menuju hotel tempat aku bekerja, bapak tadi Cuma minta pulpen dan kertas dan menuliskan “Terima kasih banyak atas bantuannya “, sambil keluar bapak itu berkali-kali mengucapkan “@#!$%^%$#=terima kasih” dengan posisi tangan didepan dada seperti menyembah.
Ya ampun Tuhan, Kau Maha Bijaksana, dibalik kekurangan seseorang, Engkau anugerahkan kelebihan yang mungkin aku sendiri enggan melakukan apa yang dilakukan bapak tadi….

Senin, 04 April 2011

Banyuwangi 4 April


Waktu bergulir dengan kesombongannya
Dia beranjak begitu cepat
Tanpa memperdulikan apa yang pernah dilaluinya
Tanpa menghiraukan apa yang pernah dilewatinya
Seiring dengan berputarnya sang waktu
Semua telah berubah, engkau telah berubah, tapi tidak denganku
Kita sudah tak lagi melihat bulan yang sama
Kita sudah tak lagi menunjuk bintang yang sama
Semua benar - benar telah berubah…..
Meski aku tahu bagaimana cara mencintaimu
Tapi aku tak pernah tahu cara membencimu
Meski aku tahu bagaimana cara membahagiakanmu
Tapi aku tak pernah tahu cara menyakitimu
Dan aku tak pernah punya cara melupakanmu
Karena aku selalu mengingatmu….
Walau tak terucap…
Meski tak terungkap…
Aku selalu mengingat, hari ini kau bermilad…
Happy Birthday… Tuhan Memberkati….