Kamis, 02 Juni 2011

Kujanjikan padanya rembulan


Hey, yeah yeah
You don't know what you've got
Till the love is almost gone
This time, yeah she's given up

Still in a state of shock
I should've seen it coming on
It's too late for waking up
Her mind's made up
I know the dream is over
But my heart just can't let go

She's too good to be forgotten
Too good to be true
Before my world is torn apart
I'll promise her the moon
I'll promise her the moon

I was too blind to notice her
Wrapped up in myself
Workin' hard overtime, night and day

I thought we were so secure
Can' imagine someone else
Could come between us
And take her away
Her mind's made up
I know the dream is over
But my heart just can't let go

She's too good to be forgotten
Too good to be true
Before my world is torn apart
I'll promise her the moon
I'll promise her the moon

And all the time she stood by me
I never said "I love you"
Yeah, I kept it deep down in my soul
And all the while I've been a fool
yeah, yeah yeah.

Rabu, 25 Mei 2011

Cerita dari MTD

Sa’at  berlibur ke kota Malang, kebetulan di kota tersebut ada pagelaran yang disebut “Malang tempo doeloe”…, pagelaran yang menyajikan makanan khas jadul yang masa kini mungkin sudah jarang ditemukan, juga barang-barang antik dan berbagai macam kesenian. Kesempatan ini tak kusia-siakan, bersama seorang seorang teman  sebut saja Wendhi Hananto, untuk mendatangi berbagai stand yang tersedia di MTD.

Sore yang cerah dan lengang, berubah menjadi mendung dan tak lama kemudian hujan pun mengguyur kota Malang, aku dan Wendhi berniat mencari tempat berteduh sembari meneguk kopi hangat, setelah bertanya ke beberapa stand makanan, akhirnya kulihat sebuah stand makanan, tepatnya penjual roti maryam, yang memampang menu dan dengan jelas terbaca olehku “COFFE”. Kami berduapun masuk dan memesan kopi “kopi dua pak…” kata Wendhi, lantas bapak itupun menjawab “dimakan sini atau bungkus mas…”, sempat aneh mendengar jawaban si bapak penjual, kutanyakan pada wendhi “sam…jare sing dodol dimakan sini opo dibungkus?? Kopi koq dimakan sam??”…., Wendhi tertawa lantas menjawab “mungkin salah sebut sam…” kemudian dia berteriak kepenjual..”disini pak!!”….. Tak lama kemudian yang kami pesan pun tersaji, akan tetapi DIYEEEENG!!! ….. yang muncul roti maryam , “lhoo…pak kami pesan kopi” kataku,  si pak penjual menjawab “iya mas ini roti maryam rasa kopi, kalo mas nya mau wedang kopi di stand sebelah sana…”

Setelah saling pandang kaget, akhirnya aku dan Wendhi pun tertawa sembari menikmati roti tsb, sejurus kemudian kami meluncur ke stand yang menjual kopi tanpa roti maryam alias wedang kopi….

Based on true story, semoga bisa tersenyum….

Kamis, 12 Mei 2011

Gara-gara Cindy


Di pagi hari yang cerah, sang mentari tersenyum dengan ramah, kicau burung bersahutan menggantikan teriakan tokek yang ber tok tok tok keek semalaman. Waktu menunjukkan pukul 06.05 WIBB (Waktu Indonesia Bagian Banyuwangi), suasana yang tenang di Watudodol Hotel & Restaurant berubah agak riuh, tatkala serombongan karyawan yang bertugas dipagi hari berdatangan dengan greeting khasnya, “selamat pagii!!!”, “Assalamualaikum wr.wb!!”, “Preeen!!” teriakan2 yang hampir tiap pagi terdengar diselingi canda dan tawa lebar…..
Seperti biasa salah satu enginer, sebut saja Imron Rosyadi, dengan gaya yang necis, rambut klimis, bersepatu pantofel modis abis, masuk dengan joke2 segarnya (maklum lulusan institute srimulat Indonesia), ditengah2 ceritanya dia terdiam, bibirnya kelu tak mampu mengeluarkan sepatah katapun, bibirnya ternganga, tenggorokannya tercekat, tatkala melihat sesosok tubuh sintal mengenakan swim suit two pieces, rambut pirang yang tergerai serasi dengan tinggi tubuhnya dan jenjang kakinya (asli mirip cindy crawford koyok sing neng gambar) melangkah mendekati kolam renang dengan latar belakang selat Bali, sungguh pemandangan yang indah dipagi itu. “Subhanalloh…, kari koyok gambar, kening, punel coy!!” kata2 yang meluncur dari mulut si Imron, “sulung ya” (baca= sebentar ya).
Sejurus kemudian dia telah ditepi kolam renang dengan memegang alat pembersih daun2an sebut saja serok, dengan alasan membersihkan daun yang mengapung dikolam renang si Imron benar2 menikmati keindahan tubuh si Cindy, tapi apa yang terjadi?? Karena begitu terpesonanya si Imron, dia terpeleset dan BYUURRR!!!!, sontak semua yang melihat kejadian itu tertawa tak terkecuali si Cindy ,“hahaha..what are you doing??” Tanya si Cindy seraya tertawa, Imron yang asli krasak (daerah di Banyuwangi yang mayoritas masyarakatnya suku Oseng) berteriak kepadaku “ngomong paran iku pren???(=bicara apa dia)”, kujawab “warahen swimming pren(=bilang aja swimming)”, kemudian si Cindy mendekat dan berkata” you’re not like people who will swim, but you’re like someone who would go to work, look at you, wearing pants, shirt, wearing shoes anyway…”(artine golekono dewe, neng mbah google), si imron bengong dan lagi2 “ngomong paran maning pren(=bicara apa lagi dia)??”, “warahen baen this is my style miss”…… kemudian si Cindy tertawa terbahak2 dan bilang “you’re so funny!!”….., lantas si imron keluar dari kolam renang dan berkata ke Cindy “isun nak megyawe sulung ya……, engko neng umah hun kenalno ambi emak isun…(=saya kerja dulu ya, ntar kerumah kukenalkan dengan ibu saya)”….. kontan si Cindy hanya nyengir kebingungan dengan perkataan si Imron yang berlalu meninggalkan si Cindy di kolam renang sendirian…..

Based on true story, semoga bisa tersenyum…….