Selasa, 03 Februari 2015

Asal Usul kata DEMAM



Jaman dahulu, jauh sebelum perang puputan Bayu yang terjadi sekitar tahun 1771, di bumi Blambangan tepatnya didesa Songgon hidup seorang janda bernama Masayu Ponikem bersama putranya yang bernama kebo anabrang. Mereka tinggal disebuah gubuk reyot dipinggiran desa.

Seperti pagi - pagi biasanya sang ibu hendak kepasar, tapi kali ini sang anak tidak bisa menemani dikarenakan dia merasa tidak enak badan, maka berangkatlah sang ibu kepasar sendirian. Sepeninggal ibunya, si kebo anabrang merasa sakitnya kian menjadi, dia berbaring sembari berselimut dan sesekali merintih kesakitan, dia merasa ibunya sudah terlalu lama kepasar hingga menjelang tengah hari, ditunggu2 belum juga pulang, padahal dirinya sangat membutuhkan sang ibu untuk merawat dan mengobati sakitnya.

Karena sang ibu tak kunjung pulang akhirnya si kebo anabrang meraih smartphonenya kemudian mencoba berkali2 telpon ibunya, sms, whatsapp,line,bbm, tapi tak kunjung ada balasan dari sang ibu.

Sementara itu sang ibu sedang asyik ngobrol dengan teman2 arisannya dipasar, dasar ibu2 bila bertemu pasti bergosip, cerita ngalor ngidul, mulai dari sandiwara POLRI VS KPK, dilemanya Presiden melantik Kapolri, sampai cerita perselingkuhan Adam suaminya inul daratista dan perceraian cita citata, hingga dia tersadar hari sudah terlalu siang, lalu melihat smartphonenya waktu menunjukkan pukul 13.30 WIBB dan sejumlah pesan serta panggilan tak terjawab dari sang anak kebo anabrang, bergegaslah sang ibu pulang kerumah, didapatinya sang anak tidur berselimut dalam keadaan menggigil, padahal suhu tubuhnya memanas, sang ibu memegang kepala anaknya seraya berkata,”hey son... are you okey???”... , kebo anabrang pun terkejut dan menjawab, “damn mom..!! where have you been?? ,dengan kebesaran hati sang ibu tersenyum lalu mengambil beberapa ramuan di kotak obat dan meminumkan kepada sang anak, dengan penuh kasih sayang sang ibu merawat anak semata wayangnya hingga sembuh, dan kembali beraktifitas seperti biasa.

Sejak sa’at itu, keadaan dimana  suhu tubuh panas, keluar keringat dan menggigil disebut dengan DAMN MOM, kemudian berkembang menjadi DEMAM seperti yang kita kenal sa’at ini.


Jangan terlalu serius, dan semoga bisa membuat anda tersenyum
Based on my Imagination

Kamis, 06 November 2014

Tips untuk perokok



Jumlah perokok aktif yang begitu besar serta gambar-gambar dibungkus rokok telah mengilhamiku untuk menulis lagi.....
 
Sebagian perokok mungkin kurang nyaman dengan gambar yang ada dibungkus rokok, tapi menurutku langkah pemerintah sudah benar, mengingatkan perokok akan bahaya rokok dengan gambar-gambar nggilani tersebut.
Berikut beberapa tips bagi perokok, agar tidak mengalami gejala seperti gambar dibungkus rokok,

1.      Pastikan yang anda hisap adalah rokok bagian filternya, sebab apabila terbalik maka yang anda hisap bukan tembakau yang terbakar , melainkan gabusnya yang terbakar, dan keadaan seperti ini dapat mengganggu tenggorokan anda (tidak berlaku untuk rokok kretek), merokok yang benar seperti gambar dibawah ini:
Add caption

Karena apabila bara api yang ada dimulut, maka akan terjadi seperti gambar berikut:


Dan apabila bara api rokok disulutkan ke leher, maka akan terjadi seperti gambar berikut ini:

2.      Jangan merokok disembarang tempat, merokoklah pada tempat-tempat yang telah disediakan, dan jangan pernah merokok ditempat angker, seperti kuburan atau rumah hantu, karena akan terjadi seperti gambar dibawah ini:




3.


Jangan merokok didekat anak- anak, dan jangan dekatkan rokok dengan anak-anak, sebab yang terjadi seperti gambar dibawah ini:



Itulah beberapa tips yang bisa ku bagi kali ini, pesan bagi yang belum atau tidak merokok JANGAN PERNAH MENCOBA, dan bagi perokok MEROKOKLAH DENGAN BIJAKSANA...

Semoga bermanfa’at.....

Kamis, 14 November 2013

Panggilan Sayang



Bagi orang-orang yang lagi kasmaran atau bahkan yang sudah berkeluarga, panggilan sayang merupakan suatu “keharusan”, bisa jadi panggilan sayang merupakan bentuk perhatian kepada pasangan dan juga untuk menambah kedekatan emosional menjadi lebih intim.

Saya sendiri pernah mendapat panggilan sayang “yang”… romantic yess?? Ow tentu TIDAK, karena “yang” yang dimaksud bukan dari kata “sayang”, akan tetapi dari kata “wayang”, ini mengacu pada bentuk fisikku yang sexy mendekati tipis, setipis wayang… heuheu…

Beberapa waktu yang lalu saya sempat tergelitik oleh ulah dua siswa dan siswi sebuah SMAN. Ketika itu saya sedang menikmati makan siang disebuah warung “andalan”…  , kudengar seorang siswa disebelahku menelepon “Ma… lagi ndik mana? Tak tunggu di warung sebelah stasiun”, weiss!! Anak yang berbakti pada orang tua, jarang lho ada anak muda yang rela mengantar atau menunggu mamanya belanja ataupun keperluan lainnya… ya kan??, tapi dugaanku itu buyar, tatkala  seorang siswi masuk kedalam warung seraya berkata “nunggu lama ya pah?? sorry soalnya mamah mampir bentar ke kost-annya si Fulan”… nah!!!!! Lhoooooo!!!!... kontan saya langsung tersedak, menahan tawa disa’at mengunyah makanan, jujur geli rasanya mendengar panggilan papah mamah disa’at masih pacaran, SMA pula, tapi bagaimana pun itu realita yang ada sekarang.

Yang saya nggak ngerti, kenapa orang-orang yang masih pacaran sekarang ini lebih memilih panggilan sayang “mamah-papah”, “mami-papi”, “mimi-pipi”, “ayah-bunda”, kenapa nggak sekalian “kakek-nenek”…, padahal kalo mereka mau kreatif, masih banyak panggilan sayang yang unik, spt: “mate” (soulmate),  atau misal panggilan sayang mengacu pada fisik, spt: mbem (tembem), tet (kontet), sek (pesek), atau panggilan2 sayang yang lain yang maknanya hanya diketahui oleh pasangan tsb, jadi andai ditempat umum, orang lain yang mendengarkanpun nggak merasa risih atau bahkan geli.

Jadi bagi kalian yang masih berpacaran, sekali lagi BERPACARAN, kalo yang sudah berumah tangga mah bebas, boleh punya panggilan sayang… tapi kalo bisa jangan dulu menggunakan mamah-papah… emangya memamah biak?? Papahe gedang?? Kreatiflah… temukan panggilan sayangmu seunik mungkin, seaneh mungkin, supaya… opo yo?? Yo… supaya aneh dan unik ae…. Hehehehe… 
Itu semua hanya saran, kalo bagus ya dipakai, kalo nggak bagus ya tetep dipakai, tapi diperbaiki dulu, dari pada dibuang ntar bikin baru lagi, tambah repot.


Based on true story, semoga bisa tersenyum