Kamis, 06 November 2014

Tips untuk perokok



Jumlah perokok aktif yang begitu besar serta gambar-gambar dibungkus rokok telah mengilhamiku untuk menulis lagi.....
 
Sebagian perokok mungkin kurang nyaman dengan gambar yang ada dibungkus rokok, tapi menurutku langkah pemerintah sudah benar, mengingatkan perokok akan bahaya rokok dengan gambar-gambar nggilani tersebut.
Berikut beberapa tips bagi perokok, agar tidak mengalami gejala seperti gambar dibungkus rokok,

1.      Pastikan yang anda hisap adalah rokok bagian filternya, sebab apabila terbalik maka yang anda hisap bukan tembakau yang terbakar , melainkan gabusnya yang terbakar, dan keadaan seperti ini dapat mengganggu tenggorokan anda (tidak berlaku untuk rokok kretek), merokok yang benar seperti gambar dibawah ini:
Add caption

Karena apabila bara api yang ada dimulut, maka akan terjadi seperti gambar berikut:


Dan apabila bara api rokok disulutkan ke leher, maka akan terjadi seperti gambar berikut ini:

2.      Jangan merokok disembarang tempat, merokoklah pada tempat-tempat yang telah disediakan, dan jangan pernah merokok ditempat angker, seperti kuburan atau rumah hantu, karena akan terjadi seperti gambar dibawah ini:




3.


Jangan merokok didekat anak- anak, dan jangan dekatkan rokok dengan anak-anak, sebab yang terjadi seperti gambar dibawah ini:



Itulah beberapa tips yang bisa ku bagi kali ini, pesan bagi yang belum atau tidak merokok JANGAN PERNAH MENCOBA, dan bagi perokok MEROKOKLAH DENGAN BIJAKSANA...

Semoga bermanfa’at.....

Kamis, 14 November 2013

Panggilan Sayang



Bagi orang-orang yang lagi kasmaran atau bahkan yang sudah berkeluarga, panggilan sayang merupakan suatu “keharusan”, bisa jadi panggilan sayang merupakan bentuk perhatian kepada pasangan dan juga untuk menambah kedekatan emosional menjadi lebih intim.

Saya sendiri pernah mendapat panggilan sayang “yang”… romantic yess?? Ow tentu TIDAK, karena “yang” yang dimaksud bukan dari kata “sayang”, akan tetapi dari kata “wayang”, ini mengacu pada bentuk fisikku yang sexy mendekati tipis, setipis wayang… heuheu…

Beberapa waktu yang lalu saya sempat tergelitik oleh ulah dua siswa dan siswi sebuah SMAN. Ketika itu saya sedang menikmati makan siang disebuah warung “andalan”…  , kudengar seorang siswa disebelahku menelepon “Ma… lagi ndik mana? Tak tunggu di warung sebelah stasiun”, weiss!! Anak yang berbakti pada orang tua, jarang lho ada anak muda yang rela mengantar atau menunggu mamanya belanja ataupun keperluan lainnya… ya kan??, tapi dugaanku itu buyar, tatkala  seorang siswi masuk kedalam warung seraya berkata “nunggu lama ya pah?? sorry soalnya mamah mampir bentar ke kost-annya si Fulan”… nah!!!!! Lhoooooo!!!!... kontan saya langsung tersedak, menahan tawa disa’at mengunyah makanan, jujur geli rasanya mendengar panggilan papah mamah disa’at masih pacaran, SMA pula, tapi bagaimana pun itu realita yang ada sekarang.

Yang saya nggak ngerti, kenapa orang-orang yang masih pacaran sekarang ini lebih memilih panggilan sayang “mamah-papah”, “mami-papi”, “mimi-pipi”, “ayah-bunda”, kenapa nggak sekalian “kakek-nenek”…, padahal kalo mereka mau kreatif, masih banyak panggilan sayang yang unik, spt: “mate” (soulmate),  atau misal panggilan sayang mengacu pada fisik, spt: mbem (tembem), tet (kontet), sek (pesek), atau panggilan2 sayang yang lain yang maknanya hanya diketahui oleh pasangan tsb, jadi andai ditempat umum, orang lain yang mendengarkanpun nggak merasa risih atau bahkan geli.

Jadi bagi kalian yang masih berpacaran, sekali lagi BERPACARAN, kalo yang sudah berumah tangga mah bebas, boleh punya panggilan sayang… tapi kalo bisa jangan dulu menggunakan mamah-papah… emangya memamah biak?? Papahe gedang?? Kreatiflah… temukan panggilan sayangmu seunik mungkin, seaneh mungkin, supaya… opo yo?? Yo… supaya aneh dan unik ae…. Hehehehe… 
Itu semua hanya saran, kalo bagus ya dipakai, kalo nggak bagus ya tetep dipakai, tapi diperbaiki dulu, dari pada dibuang ntar bikin baru lagi, tambah repot.


Based on true story, semoga bisa tersenyum

Senin, 14 Oktober 2013

Kenangan Terakhir

Hari itu..., Minggu 13 Oktober 2013, waktu di nokia 3315 putihku menunjukkan pukul 08.55 WIBB, sa'at kuterima sms dari nomor yang sangat kukenal, iya itu nomor adikku, dia menulis dalam sms nya "mas...lek Dollah ninggal dunyo", spontan kuucap "segala sesuatu berasal dari Allah dan akan kembali kepadaNYA"
Lama kutertegun dan kuulangi berkali2 membaca sms itu hingga angan dan ingatanku melayang ke beberapa minggu sebelum hari itu...

Berawal dari sebuah kebosanan dg rutinitasku, akhirnya kuputuskan untuk memacu si hitam menuju ke sebuah desa di kecamatan Tegaldlimo, desa Kedung Gebang, sebuah desa dimana aku pernah dilahirkan
Pagi menjelang siang teriknya mentari mulai membakar kulit, kuberhenti didepan sebuah rumah dimana nenekku pernah tinggal semasa hidupnya, dan kini rumah itu ditempati Sumiati adik dari ibuku dan Martono suaminya serta saudara dari nenekku Abdullah, dan kami para cucu nenek memanggilnya lek Dollah. Tidak seperti biasanya rumah ini tampak sepi, semua pintu tertutup dan hanya sebuah daun jendela disamping rumah saja yg dibiarkan terbuka, seolah2 para penghuninya sedang tdk berada dirumah. Dengan hati yang bimbang kucoba untuk berteriak seperti biasanya....

Aku : mbak sum...!!! Mbak sum...!!!
LD : nopo nggih?? Mbak sum e mboten enten.. (ternyata lek Dollah ada dirumah)
Aku : kulo nyuwun mangane, kulo luwe!! (seraya masuk rumah karena ternyata pintunya tdk dikunci)
LD : waduh dileboni wong gendeng maneh...(kudengar gerutunya dr dlm sebuah kamar)

Dan pada sa'at dia keluar kamar, aku tertawa lebar, lek Dollah hanya tersenyum sembari berkata "tak pikir wong gendeng mlebu omah maneh, tibak e wong edan", nggak ngerti kenapa "wong edan" sering kali disematkan kepadaku, sampai2 aku mempertanyakan kadar kewarasanku pd diriku sendiri...

Siang itu hanya ada kami berdua, karena bulek sum dan suaminya sedang ke Malang menjenguk kerabat yg sedang sakit. Banyak hal yg menjadi bahan pembicaraan kami berdua tentang hidup, penghidupan dan kehidupan, hingga ada sa'at dimana wejangannya sangat mengena direlungku, pesan yg bukan hanya sekedar kata2 tp juga realita yang ada didepan mataku, dia berujar dlm bhs jawa yg maksudnya begini "usiamu sdh berapa?? segeralah menikah... jangan sepertiku, menjalani hidup sendiri, dan disa'at sakit seperti sekarang ini aku juga merasakan sendiri, alangkah bahagianya kalo sa'at senja seperti aku ini dirawat oleh anak dan istri, kasihan bulekmu selalu kurepotkan, dia masih sempat merawatku disela kesibukannya", iya lek Dollah melajang sampai akhir hayatnya, seumur hidupnya dia hanya mencintai satu wanita yg tak pernah dimilikinya, bodoh memang... tp itulah kehidupan. Dan aku....., aku hanya bisa terdiam, petuahnya serasa JLEB banget, lain dari petuah2 bijak yg sering kudengar... Dan kata2 itu semakin terdengar jelas seiring kepergiannya...

Selamat jalan pak lek, aku akan mencontoh kesabaranmu, aku akan mencontoh kebijaksanaanmu, dan aku akan mencontoh ketekunanmu dlm beribadah, tp tidak dg kesendirianmu, aku tidak ingin berakhir sepertimu....
Semoga engkau mendapat tempat yg istimewa disisiNYA Aamiin YRA....

Based on true story